BAMBANG SURYA NINGRAT (Bag. 2)

Setelah kehilangan Dawala, Astrajingga terus berjalan sambil berteriak teriak memanggil adiknya. Dia berjalan tanpa arah tujuan karena merasa bingung setelah terusir dari kampung halamannya Tumaritis.

Pada suatu tempat terlihat seorang laki laki yang sedang membopong seseorang yang ternyata adalah jasad Dawala. Dibawah pohon besar yang rimbun laki laki itu meletakan jasad Dawala diatas rumput. Sambil berdo’a dia mengusapkan telapak tangan ke badan Dawala dari ujung kepala sampai ujung kaki. Mendadak Dawala terbangun dan hidup kembali seperti sedia kala, dia bingung dimana dan apa yang terjadi padanya. Seraya melihat laki laki yang ada disampingnya, dia bertanya mengapa dirinya bisa ada disini. Laki laki itu menceritakan apa yang telah dialami oleh Dawala sekaligus memperkenalkan dirinya. Ternyata laki laki yang menolong dirinya adalah Sanghyang Tunggal, yang tak lain merupakan ayah dari Semar Badranaya atau kakeknya Dawala sendiri.

Setelah lama bercengkrama, Sanghyang Tunggal menawarkan kepada Dawala untuk merubah diri menjadi seseorang sebagai bentuk penyamaran. Dengan niat untuk memberi pelajaran kepada orang orang yang telah mendzalimi dirinya supaya sadar atas kekeliruan mereka tanpa didasari rasa dendam. Dengan izin yang Maha Kuasa maka berubahlah Dawala menjadi pemuda tampan ditambah kesaktian olah kanuragan yang mumpuni karena Sanghyang Tunggal ikut merasuk (manunggal) kedalam tubuhnya. Sekaligus merubah namanya menjadi Bambang Surya Ningrat, dia pun langsung diperintahkan oleh Sanghyang Tunggal untuk mencari calon istri sebagai pendampingnya kelak. Yang secara kebetulan di negara Purba Kencana sedang diadakan sayembara mencari calon suami untuk putri raja yang bernama Dewi Purba Ningrum.

Bambang Surya Ningrat pun segera berangkat menuju ke kerajaan Purba Kencana, ditengah perjalanan tanpa disangka dia bertemu dengan Astrajingga yang sedang mencari jasad Dawala. Astrajingga tak mengenal sama sekali Dawala yang telah berubah rupa menjadi Bambang Surya Ningrat. Mereka pun bercengkrama, setelah lama Bambang Surya Ningrat meyakinkan Astrajigga agar mengaku sebagai orang tuanya dan mengajaknya menemani menuju kerajaan Purba Kencana untuk mengikuti sayembara.

Tak diceritakan di perjalanan, mereka berdua pun sampailah di keraton Purba Kencana. Setelah mendaptar sebagai peserta sayembara, tak lama Bambang Surya Ningrat mendapat giliran untuk bertarung dan langsung berhadapan dengan patih Purba Denta yang menjadi jago dalam sayembara tersebut.  Mereka saling beradu kekuatan dan ilmu kanuragan masing-masing. Karena kesaktian Bambang Surya Ningrat patih Purba Denta pun kewalahan, dengan satu pukulan kuat atas izin Yang Maha Kuasa patih Purba Denta berubah wujud menjadi lurah Togog Tejomantri. Melihat keadaan tersebut sang raja menjadi murka dan langsung menyerang Bambang Surya Ningrat. Kembali dengan kesaktiannya, Bambang Surya Ningrat memukul kepala sang raja yaitu prabu Purba Sakti yang seketika berubah menjadi cahaya merah tak lain merupakan sukma dari Sanghyang Rancasan. Oleh karena hal itu Bambang Surya Ningrat menjadi pemenang dalam sayembara tersebut dan berhak memboyong Dewi Purba Ningrum untuk dijadikan sebagai istrinya.

Sementara kita tinggalkan cerita Bambang Surya Ningrat yang telah berhasil memboyong putri kerajaan Purba Kencana. Diceritakan di Madukara yaitu tempat tinggalnya Arjuna, saat itu dia kedatangan prabu Batara Kresna beserta Semar Badranaya…….

Bersambung ……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s