BAMBANG SURYA NINGRAT (Bag. 3)

Diceritakan di Madukara yaitu tempat tinggalnya Arjuna, saat itu dia kedatangan prabu Batara Kresna beserta Semar Badranaya dengan maksud untuk menyampaikan pengaduan dari Semar tentang kematian Dawala yang dituduh telah mencuri Pusaka Layang Jamus Kalimusada. Sebab menurut Semar Badranaya bahwa dia sekeluarga telah difitnah sebab bukan keluarganya yang mencuri Pusaka Layang Jamus Kalimusada dari kerajaan Amarta. Tetapi karena Arjuna masih terpengaruh oleh omongan Dorna yang merupakan guru yang sangat ia hormati, maka apapun yang disampaikan oleh Batara Kresna tetap tidak menggoyahkan pendiriannya dan tetap yakin bahwa keluarga Semar yang telah mencuri pusaka itu. Lama mereka beradu argumentasi sampai pada akhirnya datanglah Bambang Surya Ningrat ditemani Astrajingga dan Dewi Purba Ningrum.

Seperti telah diceritakan sebelumnya bahwa maksud dari Bambang Surya Ningrat yaitu ingin memberi pelajaran kepada orang orang yang telah mendzaliminya terutama Arjuna. Tanpa bertele tele Bambang Surya Ningrat mengatakan bahwa kedatangannya ke Madukara yakni ingin meminta Dewi Subadra dan Dewi Srikandi untuk dijadikan istri yang kedua dan ketiga setelah Dewi Purba Ningrum. Mendengar hal tersebut kontan saja Arjuna tersulut emosinya dan langsung menantang Bambang Surya Ningrat untuk bertarung dengannya. Batara Kresna dan Semar hanya tersenyum melihat kejadian tersebut, karena dengan kesaktiannya mereka sudah tahu siapa sebenarnya Bambang Surya Ningrat. Mereka pun bersama sama keluar pendopo untuk menyaksikan apa yang akan terjadi diantara Bambang Surya Ningrat dengan Arjuna.

Beberapa saat setelah kedua satria ini saling berhadapan, pada akhirnya Arjuna terkena pukulan Bambang Surya Ningrat yang mengakibatkan tubuhnya seketika terasa lemas tanpa tenaga sedikitpun. Atas bantuan Batara Kresna yang tentunya kembali dengan izin Yang Maha Kuasa Arjuna pun dapat dipulihkan kembali seperti sedia kala. Setelah kejadian tersebut serta penjelasan dari Batara Kresna, Arjuna pun sadar bahwa dia telah terpengaruh oleh fitnah dari Dorna. Akhirnya Arjuna dengan kerendahan hatinya memohon maaf kepada keluarga Semar atas kekeliruan yang dia buat. Tidak lama Batara Kresna memberikan minuman kepada Bambang Surya Ningrat, setelah diminum maka keluarlah dari tubuhnya yaitu Sanghyang Tunggal yang tadinya manunggal di tubuh Bambang Surya Ningrat dan pamitan terbang ke alam Nirwana. Kresna langsung mengeluarkan senjata Cakra Udaksana yang dipentangkan ke arah Bambang Surya Ningrat, seketika itu diapun berubah wujud kembali ke bentuk aslinya yaitu Dawala. Kembali Batara Kresna mementangkan senjata Cakra Udaksana ke arah Dewi Purba Ningrum dan berubahlah dia menjadi wujud pusaka Layang Jamus Kalimusada.

Demikian akhirnya pusaka Layang Jamus Kalimusada yang hilang telah ditemukan kembali. Dari sini semoga kita dapat merenungkan tentang segala hal negatif yang masuk ke pikiran kita tanpa adanya penyaringan serta pertimbangan akan mengakibatkan kerugian. Dan kita dapat mengambil hikmahnya bahwa kejujuran merupakan salah satu kunci dalam menjalani kehidupan.

======= T A M A T =======

Disadur dari cerita Wayang Golek  “ Bangbang Surya Ningrat”  by Bpk. H. Asep Sunandar Sunarya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s