MENJALIN PERSAHABATAN DI PALUTUNGAN

Bersama sahabat mencari damai, mengasah pribadi mengukir cinta. Itulah sepenggal lagu dari Dewa 19, yang mengingatkan saya akan kebersamaan dan kedamaian yang terasa diantara para sahabat yang senantiasa menjadi tempat berbagi suka maupun duka di masa lalu. Diantara pohon pinus yang menjulang, kita dirikan tenda tempat bernaung. Saat malam tiba api unggun pun seakan menjadikan suasana tambah hangat disela senda gurau dan suara suara fals saat berdendang diiringi gitar tua.

Palutungan, suatu tempat yang terletak di kaki gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. Disanalah kami sering mengisi waktu liburan bersama dengan berkemah, untuk sejenak menghilangkan kepenatan disela rutinitas menimba ilmu di bangku sekolah.

Sahabat, masih ingatkah masa itu?

Ingin rasanya mengulang saat kebersamaan itu. Bersama sama merasakan dinginnya udara gunung yang terasa menusuk tulang, bersama sama berdendang mengelilingi api unggun, merasakan kembali indahnya persahabatan.

Setelah sekian lama, apa kabar Palutungan? Masihkah engkau memberi kedamaian seperti dulu? Masihkah terukir jejak jejak persahabatan?

Palutungan, semoga selamanya tetap terjaga. Jangan sampai hutan pinusmu sirna dirampas oleh tangan manusia manusia serakah akan duniawi.

Palutungan, teruslah beri kedamaian untuk para sahabat.

Ciremai..tetaplah engkau berdiri kokoh menggapai langit nan biru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s